Tuesday
Sep 07th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Belajar Investasi .com

Yahoo Messenger ID : belajar_Investasi
Status : status
Telp. (021) 33 438 907 / (021) 92 668 651
Email: info@belajarinvestasi.com

This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

Home Analisa dan Resiko Dasar Analisa Perbandingan Analisa Teknikal dan Fundamental

Perbandingan Analisa Teknikal dan Fundamental

User Rating: / 0
PoorBest 
Mari kita mulai dengan asumsi yang mendasari analisa teknikal. Dalam hal ini saya akan mengambil sebuah pendekatan ekstrim supaya Anda dapat memahami bagaimana sebuah analisa teknikal dipakai dalam memperoleh gain pada forex trading. Tentu saja dalam prakteknya tidaklah demikian. Anda dapat memadukan kedua analisa (fundamental dan teknikal) guna memperoleh sistem trading yang terbaik bagi Anda.

Para chartist (pihak yang melakukan analisa teknikal), percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan.

Senjata utama para analis teknikal adalah grafik (chart – itulah mengapa mereka disebut chartist). Melalui chart inilah mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Jika Anda telah mampu mengetahui 4 hal tersebut, tentu saja keuntungan besar segera akan mengalir deras ke kocek Anda. Mari saya ulang:

1. Trend
2. Volume transaksi
3. Level-level psikologis (support dan resistance)
4. Periode waktu yang terjadi.


Yup, itu saja. Memang tujuan para chartist adalah memprediksikan ke empat hal ini. Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus menerus di asah tiap-tiap hari. Tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang peranan sentral disini.

Apakah analisa teknikal memiliki kelemahan?? Tentu saja. Seperti saya katakan barusan, tidak ada yang sempurna. Mari saya sarikan kelemahan kedua analisa ini dalam bentuk tabel:
Kelemahan pada Analisa Fundamental
Kelemahan pada Analisa Teknikal
Butuh waktu untuk memperoleh informasi. Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.

Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.

Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.

Sangat bergantung pada kemampuan chartist.

Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain.

Nah itu saja untuk perkenalan pada analisa teknikal. Pada bagian berikutnya kita langsung saja berkenalan dengan grafik. Pasti Anda tidak menginginkan terlalu banyak informasi yang akhirnya malah membuat Anda pusing bukan?

Lihat Bagian Analisa Fundamental
Lihat Bagian Analisa Teknikal

Tips
Harga pasar ini ditentukan oleh sikap para trader yang bertransaksi didalamnya. Ini berarti bahwa pasar (price trends) digerakan oleh psikologi tradernya (serakah, ketakutan, harapan, putus asa,dll). Al Goldman, seorang ahli strategi pasar mengatakan “Ninety percent of the market is mood and ten percent fundamentals.” Nah, Technical Analysis mempelajari psikologi pasar ini yang digambarkan berupa grafik. Karena sifat dasar manusia tidak berubah, maka pola yang tergambar dalam grafik itu berulang. (History Repeats Itself), juga setiap market punya sifat/karakter tersendiri.
 

Add comment


Security code
Refresh

Currency Trading
CURRENCY BID ASK
EURUSD ... ...
GBPUSD ... ...
USDJPY ... ...
USDCHF ... ...
AUDUSD ... ...

Yahoo

newsflash

Akankah Amerika Mengalami Stagflasi?
Dengan melambungnya harga minyak hingga mencapai ke rekor tertinggi di $111 per barrel-nya dan komplikasi krisis subprime mortgage yang tak kunjung usai, banyak analis berkomentar bahwa Amerika Serikat dapat kembali mengulang sejarah stagflasi pada era tahun 70an. Apakah Stagflasi itu? Akankah Amerika kembali mengulang sejarah kelam ekonomi mereka?
Read more...

Tokoh

 

Jerome Kerviel: Trader Societe Generale

Seorang pemuda berusia 31 tahun telah mencetak sejarah baru, Jerome Kerviel, seorang trader Perancis, telah menghanguskan uang € 4,9 milyar (atau sebesar Rp. 67 trilliun) ketika ia bekerja di Societe Generale (Bank kedua terbesar di Perancis). Meskipun menimbulkan kontroversi namun Ia dipuji oleh beberapa kalangan karena dianggap berhasil mengubah arah bursa Eropa dan Amerika.

 

Glenn Robert Stevens: Gubernur Bank Sentral Australia

Glenn Robert Stevens adalah seorang ahli ekonomi Autralia dan juga Gubernur Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia / RBA). Stevens lahir di Sydney pada tahun 1958. Ia mendapat gelar sarjana ekonomi pada University of Sydney dengan predikat terbaik pada tahun 1979. Setelah itu ia mengambil tingkat master di University of Western Ontario.

 

Ben Bernanke: Penerus Pucuk Dunia

Ben Bernanke. Tidak ada seorang pun yang mengenalnya ketika era Allan Greenspan berlangsung. Namanya baru mencuat ketika masa jabatan Greenspan hampir berakhir. Tiba-tiba saja dia dikenal publik sebagai suksesor seorang legenda The Fed yang telah satu dekade memegang tampuk institusi keuangan milik pemerintah yang paling krusial diseluruh dunia. Kini dia menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Amerika alias The Fed. Siapakah Ben Bernanke itu?