Berdasarkan teori ekonomi, investasi disebut juga pembelian (atau produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya adalah dengan membuka usaha, dagang, membangun jalan tol, kereta api, pabrik, membuka lahan. Bersekolah atau melanjutkan kuliah juga dapat disebut Investasi. Investasi juga merupakan komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M).
Dalam rumus tersebut fungsi investasi dibagi 2 yaitu :
1. Investasi non Residensial seperti pabrik, mesin, dll.
2. Investasi Residensial seperti misalnya pembelian rumah baru.
Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I = (Y,i). Suatu pertambahan pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar. Bank misalnya akan memberikan pinjaman bagi nasabahnya untuk mendapatkan bunga dari pinjaman tersebut.
Bentuk-bentuk investasi :
1. Investasi tanah. Meskipun tidak selalu, dari waktu ke waktu harga tanah akan terus naik. Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk berinvestasi.
2. Investasi pendidikan. Dengan bertambahnya pengetahuan dan keahlian maka upah dan gaji yang dibayarkan akan lebih besar.
3. Investasi saham, obligasi, dan produk-produk(instrumen) dari perdagangan berjangka yaitu index, komoditi dan Forex. Dengan konsep, beli saat murah dan jual saat mahal, proyeksi investasi menjadi makin mudah dan cepat.
Risiko investasi
Investasi selain juga dapat menambah penghasilan seseorang juga membawa risiko keuangan bilamana investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, di antaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), ketertiban hukum, dan lain-lain.
| < Prev | Next > |
|---|




